Google Ping - Menjadikan Blog Ranking 1 di Google

Google Ping - Tokotua ForexApa itu ping? Arti kata ping singkatnya adalah bersiul seperti kita tahu bersiul bisa berarti memanggil. Lalu apa itu Google Ping? Arti google ping adalah memanggil robot search engine google (mesin pencari) google untuk menjelajahi halaman situs web atau blog yang di ping kan ke google. Sebenarnya kalau situs web ataupun blog kita sudah terdaftar dan ada sitemap (peta situs) di google melalui alat webmaster tools google maka tidak usah melakukan ping juga robot google akan mengindeks setiap halaman baru dari website blog maupun situs kita.

Hanya saja ada kekurangan jika kita mengharapkan robot datang sendiri untuk mengindeks halaman baru dari blog kita maka biasanya robot google akan datang sendiri tanpa batas waktu yang pasti, artinya tidak bisa di pastikan kapan datangnya, bisa cepat dan bisa juga lama. Kalau cepat itu malahan lebih bagus, tapi kalau lama ini yang jadi masalah dimana akan mengakibatkan halaman baru dari blog kita lama terindeks google. Efeknya apa jika blog kita lama terindeks oleh mesin pencari terutama Google? Sangat jelas, karena tidak atau belum terindeks maka peluang untuk mendatangkan pengnjung dari search engine google akan tidak ada selama halaman baru dari blog kita belum diindeks oleh google atau belum masuk dalam database google.

Maka dari itu perlu adanya pemberitahuan kepada robot google atau biasa di sebut googlebot dengan istilah kerennya oleh para webmaster adalah ping ke google agar website maupun blog kita dapat segera di jelajahi oleh robot google (Googlebot) dan cepat masuk database hasil pencarian google. Adapun cara ping Google terdiri dari 2 jenis yaitu:
  • Ping Google secara Otomatis
  • Ping Google secara Manual
Saat ini banyak sekali layanan dari sebuah website yang menyediakan fasilitas layanan ping ke Google. Contohnya layanan ping diantaranya : pingomatic.com dam mypagerank. Banyak webmaster jarang menggunakan layanan ping otomatis karena yang namanya otomatis dan dari pihak ketiga dalam artian bukan dari pihak Google yang menyediakan tentunya akan kurang baik hasilnya. Kenapa? Karena bisa saja layanan ping pihak ketiga tidak berfungsi dengan baik dan tidak dapat memanggil robot google. Untuk itu banyak webmaster menyarankan untuk melakukan ping secara manual sebab ping secara manual merupakan ping melalui layanan dari pihak google itu sendiri dan tentunya pihak google akan memprioritaskan setiap website atau blog yang melakukan ping dari tempatnya google itu sendiri dari pada dari pihak ketiga lainnya.

Kita sering melakukan trik optimasi postingan blog setelah mengupdate postingan terbaru. Terbukti setelah melakukan ping menggunakan Google ping dalam waktu paling lambat 24 jam artikel sudah terindeks search engine Google.

Adapun cara melakukan ping google secara otomatis, bisa mengikuti cara sebagai berikut:
  1. Buka halaman Google Ping : www.googleping.com
  2. Isi kolom “Blog Details” seperti :
        Blog Name: Isi dengan Nama blog Anda
        Blog Homepage: Isi dengan Url Blog Anda
        RSS URL (optional): Isi dengan url feed blog Anda
        Email (required for some): Isi dengan alamat Email Anda
  3. Setelah semua diisi dengan lengkap, Anda tinggal mencentang “Service to Ping”. Klik tulisan “Check All” untuk mencentang semuanya.
  4. Setelah di centang semuanya, isi chapta kemudian klik tulisan “Send Pings” maka ping blog kita akan di proses.
Adapun cara ping manual ke Google adalah sebagai berikut:
  1. Klik Google Blog Search Ping Service
  2. Masukkan halaman url yang akan di ping ke Google
  3. Selesai dan tunggu beberapa saat sang robot Google atau Googlebot akan segera berkunjung ke blog Anda untuk merayapi halaman url yang tadi Anda kirim (ping)
  4. Selamat halaman baru dari blog Anda sudah tercantum di indeks google dan sudah masuk dalam database Google.
Sekian cara sederhana melakukan trik ping agar halaman web/blog kita bisa cepat terindeks oleh search engine utamanya oleh SE Google, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Jenis - Jenis Sistem Trading Forex

Pada artikel kali ini akan membahas jenis sistem trading yang sering dipakai dalam pembuatan expert advisor robot trading. Biasanya sistem tersebut dibuat sesuai gaya dan karakter trading masing-masing trader, dan sistem tersebut dikonsepkan ke dalam sebuah program untuk dijadikan robot trading (EA). Oleh sebab itu memahami jenis - jenis sistem trading sebelum membuat expert advisor adalah hal yang penting. Berikut ini adalah beberapa jenis sistem trading yang sering digunakan oleh para trader.

Jenis Sistem Trading Forex

Sistem Martiagle

Sistem Martiagle atau yang juga dikenal dengan sistem averaging, mempunyai prinsip dan konsep tentang bagaimana kita menebus kesalahan dengan membuka posisi baru yang searah, dengan menggunakan lot berlipat. Dengan harapan posisi baru tersebut bisa mendatangkan profit, dan profitnya bisa digunakan menutup kerugian.

Contoh:
Kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1 pada harga 2.100, tetapi ternyata harga bergerak turun ke level 2.050 sehingga mengalami floating loss sebesar - 50 (minus 50 pips). Kemudian kita kembali melakukan open buy dengan lots 0.2 di harga 2.050 pada saat itu juga. Dengan begitu, kini berarti 2 open position. Posisi pertama adalah floating loss sebesar -50 dan posisi kedua 0. Bila harga kemudian naik menuju 2.100 maka posisi pertama menjadi 0 (BEP) dan posisi kedua menjadi profit 100 (lots 0.2 x 50 pips = 100 | lots 0.2 maka 1 pips = $2).

Sistem Scalping

Sistem ini sering diartikan sebagai sistem kutu loncat. Gaya trading ini sangat aktif dan biasanya hanya mengambil keuntungan kecil 2-15 pips. Trader menyimpan posisi dalam hitungan menit bahkan detik. Prinsip trader ini, walaupun profitnya kecil, namun karena dilakukan dalam frekuensi  tinggi, total keuntungannya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Contoh:
Kita melakukan open sell GBP/USD dengan harga berada di level 3.500 dan lots 0.2, lalu harga ternyata turun hingga 3.490. Bagi para pecinta scalping, maka akan segera melakukan close order sebelum harga berbalik arah menuju tren naik. Itu karena dengan posisi ini, trader sudah mendapat keuntungan sebesar $10 (jika lots 0.1 maka 1 pips adalah $1).

Para trader yang melakukan trading forex dengan menggunakan sistem scalping ini juga dikenal dengan sebutan scalper. Dan apabila kita berbicara tentang scalper ada dua jenis scalper, yaitu:
  • Scalper aktif
    Scalper aktif adalah seorang scalper yang melakukan trading puluhan kali dalam satu hari. Biasanya trader ini jeli dalam menganalisis sinyal dan memiliki sikap yang ulet.

  • Scalper pasif
    Scalper pasif adalah scalper yang lebih mengutamakan kualitas lots daripada jumlah pips. Jadi sekalinya si trader memperoleh profit, maka ia akan mendapatkan untung yang besar (bahkan sangat besar). Scalper pasif hanya melakukan 2-3 kali trading dalam sehari.
Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang scalper adalah kecepatan koneksi dengan server broker forexnya, serta mencari broker yang mempunyai spread rendah dengan kisaran 1-2 poin. Karena scalper mempunyai target kecil, maka koneksi dan spread menjadi sangat penting.

Sistem Hedging

Sistem hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan (Buy dan Sell) dengan mata uang sama, dan dengan lots yang sama. Hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader mau kerugian bertambah besar tanpa melakukan cut loss.

Contoh:
Anggaplah kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1, kenudian harga tersebut ternyata berbalik arah (turun). Dan posisi floating loss sampai 15 pips. Maka kita akan melakukan open sell dengan lots yang sama. Sehingga kerugian di - lock pada level 15 pips. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, maka floating tetap berada di level 15 pips

Sistem Long Term

Sistem ini mengambil keuntungan dari fluktuasi harga dalam periode panjang. Biasanya time horizon-nya adalah dalam hitungan mingguan sampai bulanan. Sistem ini sering kali disukai oleh para swing trader dan position trader.

Related Posts:

Perdagangan Forex Konvensional

Forex Konvensional - Tokotua ForexMengikuti perkembangan lingkungan, terutama lingkungan teknologi informasi dan komunikasi, perdagangan forex margin juga telah berubah, yaitu dari konvensional menjadi online. Meskipun demikian, forex dengan cara konvensional belumlah ditinggalkan, apalagi bagi mereka yang kurang menguasai aplikasi komputer, perdagangan forex konvensional tetap menjadi pilihan.

Yang dimaksud dengan perdagangan forex konvensional adalah perdagangan yang dilakukan secara fisik,yaitu menuntut kehadiran para investor di tempat perdagangan atau ditempat trading. Perdagangan forex konvensional dilakukan dengan menggunakan dealing quoteuntuk mendapatkan harga. Dealing quoteadalah komputer yang memuat informasi tentang perkembangan nilai tukar mata uang yang ditransaksikan dan berita-berita yang berkaitan atau memiliki dampak pada sistem perdagangan forex.

Pelaksanaan jual beli bisa dilakukan dengan secara fisik hadir di dealing room,suatu tempat yang berisi komputer yang memuat dealing quotetadi. Intruksi jual dan belu bisa dilakukan secara fisik,yaitu investor datang ke dealing roomdan memasukkan orderannya di komputer. Atau cukup melalui telepon yang berhubungan dengan dealing room.

Karena suatu saat memerlukan kehadiran investor secara fisik,maka perusahaan pialang berjangka atau broker forexbiasanya menyediakan trading room untuk melakukan transaksi yang dilengkapi dengan fasilitas screening untuk melihat pergerakan harga,dan telepon untuk melakukan aktivitas transaksi.  Meskipun dikatakan konvensional,transaksi forex generasi ini bisa tidak memerlukan kehadiran fisik investor,yaitu bisa menggunakan fasilitas telepon dari luar dealing room,seperti dari rumah.

Pada perdagangan forex konvensional ini,nilai kontrak yang lazim adalah USD100,000. Sehingga margin yang dibutuhkan juga relatif lebih besar. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya pada perhitungan transaksi margin trading yang ditetapkan adalah 1% dari nilai kontrak. Jadi,dengan nilai kontrak USD100,000 diperlukan initial margin USD1,000

Related Posts:

Cara Mendaftar dan Claim Blog di Technorati

Claim Blog di Technorati - Tokotua ForexArtikel ini sebagai salah satu syarat agar terverifikasinya akun kita di Technorati dan sebagai informasi bagi para blogger untuk meningkatkan backlink melalui technorati. Bagi kebanyakan blogger, service ini mungkin sudah sangat dikenal. Sedangkan bagi blogger pemula seperti saya, service ini mungkin harus diketahui dan digunakan.

Berdasarkan informasi dari beberapa sobat blogger, dan dari isi menu technorati, dapat ambil empat point penting yang menunjukkan apakah technorati itu. Yaitu technorati sebagai Blog/RSS directory, technorati sebagai blog search engine (khusus blog), technorati sebagai online borkmarking dan mungkin technorati sebagai tag aggregator. Disini kita ketahui bahwa technorati merupakan service yang berfokus pada blog. Jadi sebagai seorang blogger, sangat disayangkan jika tidak mengetahui hal ini.

Dengan menggunakan service ini, blog kita akan dicrawl dan disimpan dalam data blog technorati, import otomatis RSS feed blog kita, deteksi tag-tag, juga link dari blog lain menuju blog kita. Lagi-lagi menyangkut masalah backlink (Link popularity) dan rangking blog di Google atau search engine.

Fokus kali ini adalah kepada cara mendaftar dan claim blog di technorati. Dan berikut ini adalah proses daftar technorati, hingga selesai proses validasi code token technorati:
  1. Pertama Anda harus membuat account terlebih dahulu, buka link pendaftaran disini!
  2. Lengkapi datanya dengan baik, gunakan email yang aktif, dan jangan lupa isi captcha dan isi centang agreement-nya, lalu klik “Join”
  3. Untuk melakukan aktifasi, sekarang buka email yang Anda gunakan untuk mendaftar tadi Buka email dari technorati dan klik link aktifasinya, Setelah account Anda aktif, cari dan klik “sign in” untuk masuk ke halaman profil dan selanjutnya melakukan claim blog.
  4. Sudah masuk? sudah isi username dan password dengan benar? Jika sudah, sekarang masuk ke halaman profile dengan klik pada link nama (account) Anda disamping photo profil.
  5. Mulai claim blog, dibawah profil Anda, isikan url blog pada Start a blog claim, isikan misalnya http://tokotuaforex.blogspot.com, lalu klik “Claim”
  6. Halaman selanjutnya, isi formulir dengan benar,
  7. Blog tittle: isi dengan tema blog Anda, misal blog ini temanya adalah “Tokotua Forex
    URL: alamat blog, misal http://tokotuaforex.blogspot.com/
    Feed: rss feed blog, boleh alamat default seperti http://tokotuaforex.blogspot.com/feeds/posts/default, atau service pihak ketiga semisal feedburner,
  8. Linking blogs: disini dapat dicantumkan tiga blog yang memiliki link menuju blog Anda, boleh tidak diisi,
  9. Site description: keterangan blog, sesuaikan dengan tema blog,
  10. Site categories: beri tanda centang pada kategori yang sesuai dengan blog Anda, Anda dapat memilih lebih dari satu kategori,
  11. Site tags: isi setiap sel dengan kata kunci yang berhubungan dengan isi blog Anda. Bisa satu kata maupun lebih per selnya.
  12. Lalu klik “Proceed to next the step”
  13. Pada halaman selanjutnya, yaitu halaman blog claim status, klik tombol “Return to profile”
  14. Lihat di bawah profil Anda, sekarang blog Anda sudah terdaftar, hanya saja masih dibutuhkan verifikasi kode token. Oleh karena itu, untuk mulai claim token, klik “Check Claim” di bawah gambar thumbnail blog Anda.
  15. Dihalaman selanjutnya dapat Anda lihat teks dengan latar biru, yaitu 2R6EDJMH7PRH atau bisa dicek di kotak masuk email Anda (berbeda untuk tiap blog) , adalah kode token yang harus kita tulis di halaman blog kita.
  16. Posting sebuah artikel yang berisi kode token tersebut, lalu publish. Postingan terserah Anda, bisa halaman kosong hanya berisi kode token atau sekalian artikel seperti yang sedang Anda baca ini. Boleh kok copy paste asal dituliskan link sumber ke halaman ini.
  17. Setelah yakin postingan itu terpublikasi, sekarang klik tombol “Verify Claim Token” pada halaman claim technorati, dan lihat hasilnya.
Demikian artikel tentang cara mendaftar dan claim blog di technorati, Semoga berhasil dan bermanfaat buat kita semua!!

Related Posts:

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex - Tokotua ForexSetalah mempelajari cara memilih Indikator Trading, sekarang kita akan membahas tentang cara kerja indikator yang ada dalam Metatrader. Tetapi saya tidak akan membahas satu per satu dari indikator tersebut karena jumlah indikator di Metrateder 4 ada lebih dari 30 indikator. Oleh karena itu, saya akan meringkasnya dengan menjelaskan beberapa indikator yang sering dipakai oleh para trader.

Relative Strength Index
Relative Strength Index atau RSI digunakan untuk menghitung perbandingan antara kenaikan dan penurunan harga. Nilai yang dipergunakan RSI adalah 0-100. Fungsi dari indikator RSI adalah untuk mengetahui apakah harga sedang Overbought atau Oversold.

Penggunaan RSI
Kalau kita menggunakan indikator RSI, bila harga RSI bernilai sangat tinggi ( di atas 80) maka waktunya untuk Open Sell dan bila nilai RSI rendah (di bawah 20) berarti waktunya untuk melakukan Open Buy.

MACD
Moing Average Convergence Divergence adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi. Di dalam MACD terdapat 2 garis yaitu Signal line dan MACD line. Untuk signal line biasanya berwarna merah, dihitung dalam rentang waktu 9 hari, sedangkan MACD line dihitung dari pengurangan selama 26 hari dan 12 hari. MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu untuk buy dan kapan waktu untuk sell.

Penggunaan MACD
Bila MACD posirif dan MACD line memotong signal line dari bawah ke atas maka saatnya buy dan jika MACD negatif dan MACD line memotong signal line maka saatnya sell.

Parabolic SAR
Parabolic SAR (Stop and Reversal) digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya perubahan tren harga. Parabolic SAR digambarkan dengan titik-titik di atas atau di bawah grafik.

Penggunaan Parabolic SAR
Jika indikator Parabolic SAR berada di bawah harga, maka waktunya untuk buy, dan jika Parabolic SAR berada di atas harga maka waktunya untuk sell.

Moving Average
Moving Average atau MA adalah indikator yang sering sekali digunakan para trader. Fungsi indikator ini digunakan untuk menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu. Biasanya digunakan dalam waktu 5 hari, 10 hari, 20 hari, 50 hari, 100 hari, atau 200 hari. Ada 4 variasi MA yang digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:
  • Simple Moving Average (SMA)
  • Linear Weighted Moving Average (LWMA)
  • Exponential Moving Average (EMA)
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dan perbaedaan dari 4 variasi MA adala sebagai berikut, Attach indikator Moving Average kedalam chart, maka akan tampil gambar seperti di bawah ini.

Indikator Moving Average - Tokotua Forex

Dari gambar tersebut, kita bisa memilih variasi MA, baik Simple, Exponential, Smoothed, Linear Weighted. Untuk membedakan keempat variasi di atas, maka akan saya berikan warna yang berbeda dengan periode yang sama. Untuk mengubah warnanya, Anda bisa mengubahnya pada kolom style. Pasa variasi Simple Moving Average (SMA) saya akan beri warna merah, sedangkan untuk variasi Exponential Moving Average (EMA) dan smoothed Moving Average (SMMA) kita berikan warna kuning dan biru, dan untuk Linear weighted Moving Average (LWMA) kita akan berikan warna putih. Dengan memberikan warna pada 4 variasi tersebut, maka kita bisa melihat manakah dari keempat variasi tersebut yang sensitif, dan mana yang tidak sensitif dalam merespon harga.

Variasi Indikator Moving Average - Tokotua Forex
Klik untuk memperbesar Gambar

Dari keempat variasi Moving Average di atas, ternyata yang paling sensitif (paling cepat merespon perubahan harga) adalah jenis SMA, EMA dan LWMA. Maka dari itu, ketiga variasi tersebut biasanya sering dipakai untuk bertransaksi jangka pendek. Sedangkan SMMA adalah variasi MA yang kurang sensitif dlam merespon perubahan harga, dan biasanya dipakai untuk transaksi jangka panjang. Semakin sensitif indikator akan sangat membantu untuk memprediksi harga, namun terkadang semakin sensitifnya indikator juga sering memberikan false signal (sinyal yang dihasilkan bisa saja salah atau tidak berlangsung lama). Jika anda ingin bermain aman, maka pilihan yang paling cocok adalah menggunakan variasi SMA dibandingkan dengan variasi yang lainnya. Tetapi jangan anda bermain yang beresiko, dalam arti untungnya besar akan tetapi resikonya juga besar. Anda bisa memilih variasi SMA karena lebih sensitif dalam memberikan sinyal. Walaupun demikian, semua variasi indikator hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam membuat keputusan, sedangkan kitalah yang sebenarnya menentukan keputusan tersebut berdasarkan petunjuk indikator.

Penggunaan Moving Average
Penggunaan MA sangat sederhana, anggaplah kita membuat MA dengan periode 8 (merah) dan 12 (biru). Maka ketika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari atas kebawah, maka itu berarti sudah saatnya bagi kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya jika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari bawah ke atas, maka saatnya untuk buy.

Stochastic Oscillator
Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah atau tertinggi selama periode waktu tertentu.

Penggunaan Stochastic Oscillator
Penggunaan Stochastic Oscillator adalah, jika nilai Stochastic di atas 80 dan dikatakan overbought, itu berarti sudah waktunya untuk sell, namun jika nilai Stochastic di bawah 20 dan dikatakan oversold, itu berarti sudah waktunya untuk buy. Begitu juga dilihat dari garis %K dan %D. Jika %K memotong %D ke atas, berarti waktunya untuk buy. Dan jika %K memotong %D ke bawah berarti waktunya untuk sell.

William Percent Range
William Percent Range (WPR) adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu harga sudah overbought atau oversold. Harga yang sedah overbought cenderung turun, sedangkan harga yang sudah oversold cenderung untuk naik. Nilai untuk indikator adala 0-100.

Penggunaan William Percent Range
pada prinsipnya, penggunaan indikator ini sangatlah mudah. Bila harga bernilai sangat tinggi, di atas -20, maka waktunya untuk sell dan bila harga bernilai sangat rendah, di bawah -80, maka waktunya untuk buy.

Bollinger Bands
Bollinger Bands merupakan indikator yang dibuat dari dua buah garis yang berada pada standar deviasi tertentu dari garis tengah. Bollinger Bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Indikator ini akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, dan akan menyempit bila harga bergerak relatif datar.

Penggunaan Bollinger Bands
Cara penggunaan indikator Bollinger Bands adalah jika harga menyentuh garis atas maka waktunya kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya, jika harga menyentuh garis bawah maka waktunya untuk buy. Tetapi perlu diketahui bahwa ketika harga keluar dari garis atas ataupun garis bawah, kemungkinan besar pergerakan harga tersebut akan terus berlanjut.

Money Flow Index
Money Flow Index (MFI) dikembangkan oleh Laszlo Biriyi, Jr. Indikator ini mengukur seberapa besar aliran uang masuk dan keluar dari suatu produk sekuritas. Indikator ini hampir sama dengan indikator Relative Strength Index (RSI), bedanya adalah indikator RSI hanya memperhitungkan harga, sedangkan indikator MFI juga memperhitungkan volume.

MFI membandingkan aliran uang positif dan aliran uang negatif untuk mendapatkan suatu indikator, yang kemudian dibandingkan dengan harga. Hal ini dilakukan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu tren. Seperti halnya RSI, indikator MFI juga menggunakan skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode 14 hari. Semakin besar jangka waktu periode yang digunakan, pergerakan naik-turunnya indeks MFI akan lebih halus dan lebih stabil.

Rasio uang positif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih besar dari harga khusus kemarin. Sedangkan rasio uang negatif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih kecil dari harga khusus kemarin. Besarnya harga uang positif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang yang positif sebanyak periode yang ditentukan. Begitu pulsa besarnya uang negatif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang negatif sebanyak periode yang ditentukan.

Penggunaan Money Flow Index
Penggunaan indikator MFI hampir sama dengan penggunaan indikator RSI, yaitu dapat digunakan sebagai indikator pembalikan arah tren (divergence) atau sebagai indikator terjadinya titik jenuh beli (overbougth) ataupun titik jenuh jual (oversold).

Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu produk, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga. Namun demikian keadaan seperti ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, baru kemudianterjadi perubahan arah tren harga. Karena itu, sebaiknya penggunaan indikator ini digabungkan dengan penggunaan indikator lainnya.

Dengan menggunakan metode tersebut, kita dapat mendapatkan perkiraan bahwa sinyal beli akan muncul jika arah pergerakan MFI naik, sementara arah pergerakan harga menurun. Sebaliknya sinyak jual muncul jika arah pergerakan indikator MFI turun, sedangkan arah pergerakan harga naik.

Indikator MFI juga dapat digunakan untuk menentukan apakah terlalu banyak ataukah masih terlalu sedikit volume yang sedang diperdagangkan. Jika sudah terlalu banyak volume yang diperdagangkan, maka akan terjadi kedaan jenuh beli sehingga investor cenderung turun. Jika kita menggunakan metode yang didasarkan oleh volume, maka sinyal jual (sell) muncul jika MFI berada di atas 80 dan sinyal beli (buy) muncul jika MFI berada di bawah 20.

Related Posts:

Memilih Indikator Trading

Memilih Indikator Trading - Tokotua ForexSebelum kita masuk dalam tahap pembuatan Expert Advisor, kita perlu mengenal beberapa indicator beserta cara kerjanya, karena kita harus memilih salah satu indikator tersebut jika ingin membuat EA (Expert Advisor). Fungsi indikator akan digunakan sebagai entry untuk kapan buy dan kapan kita sell. Dan dari sinilah kita bisa menentukan sebuah sistem trading yang sesuai dengan keinginan kita. Sebagai tahap awal kita akan belajar tentang indikator standar yang ada dalam platform Meta Trader yang dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

Indikator yang bersifat Oscillator,
Indikator ini biasanya tidak menempel dalam chart dan mempunyai nilai tersendiri di suatu range tertentu. Beberapa indikator yang masuk dalam kategori oscillator adalah : Avarage True Range, Bears power, Bulls Power, DeMarket, Envelopes, Force Index, Ichimoku kinko hyo, MACD, Momentum, Moving Avarage of Oscillator, Relative Strenght Index, Relative Vigor Index, Stochastic Oscillator, Williams’ Percent Range.

Indikator berdasarkan Volume,
Indikator ini menggunakan volume transaksi sebagai basis perhitungan yang berguna untuk mengetahui psikologi pelaku pasar, seperti Accumulation/Distribution, Money Flow Index, On Balance Volume dan Volumes.

Indikator berdasarkan Tren,
Indikator ini sangat berguna untuk mengtahui apakah saat ini market forex sedang uptrend atau downtrend. Indikator ini menempel pada grafik di dalam chart. Contohnya: Average Directional Movement Index, Bolling Bands, Commosity Channel Index, Moving Average, Parabolic SAR dan Standard Deviation.

Indikator Bill William,
Indikator ini adalah sistem trading yang diciptakan oleh 'Bill William', yang sangat berguna untuk mengukur percepatan dan perlambatan harga dari kekuatan pergerakan harga atau mengevaluasi efisiensi dari pergerakan harga.Jenis indikator ini adalah: Accelerator Oscillator, Aligator, Awesome Oscillator, Fractals, Gator Oscillator dan Market Facilitation Index.

Indikator lainnya atau Costum Indicator,
Costum Indicator adalah indikator dalam Meta Trader 4 yang sudah di setting secara default. Untuk penggunaannya kita cukup attach indicator kedalam grafik.

Menentukan Rule,
Setelah mengetahui jenis indikator, sekarang saatnya kita menentukan Rule untuk membuat EA dari beberapa indikator tersebut mana yang akan Anda gunakan untuk membuat EA? Sudahkah Anda menentukan Entry untuk Buy dan Entry untuk Sell? Jika belum menentukan rulenya, alahkah baiknya Anda mencoba dari beberapa indikator yang sudah di bahas dan cobalah di demo account terlebih dahulu. Selain memilih indikator yang akan digunakan, ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu menentukan berapa Take Profit yang diinginkan, Stop Loss yang akan dipakai untuk meminimalkan risiko, serta Time Frameyang tepat dalam penggunaan indikator tersebut. Hal ini yang perlu dilakukan secara disiplin agar kita bisa menentukan beberapa indikator yang pas dan cocok untuk dibuat menjadi EA.

Jika sudah menentukan indikator beserta Entry nya, maka kita akan mempelajari tentang jenis-jenis sistem trading forex, agar bisa mengetahui karakteristik dari beberapa sistem trading. Biasanya, sebuah program EA ataupun indikator menecerminkan karakteristik pembuatnya. Jika Anda termasuk orang yang kurang sabar dan ingin cepat profit, biasanya lebih suka tipe atau jenis sistem trading Scapling. Sedangkang jika Anda orangnya sabar dan banyak kesibukan, biasanya akan memilih sistem trading tipe Long Term. Lalu, termasuk tipe apakah Anda? Untuk lebih jelasnya tunggu artikel selanjutnya tentang jenis-jenis sistem trading forex.

Related Posts:

Istilah Penting Dalam Forex Trading 5

Inilah bagian terakhir dari Istilah Penting Dalam Forex Trading,

Eurocurrency dan Eurobanking
Pasar eurocurrency (pasa uang eksternal) terjadi ketika suatu mata uang didepositokan dan beredar di luar wilayah hukum negara yang menerbitkannya. Artinya, ketika diperjualbelikan diluar pasar uang domestic Amerika, maka $ menjadi Eurodollar. Demikian pula, misalnya mata uang Europound yang beredar diluar negara Inggris, Euroyen yang berada diluar Jepang. Secara konseptual, pasar Eurocurrency seperti berada di antara pasar uang dan pasar valuta asing.

Dalam pasar uang, baik simpanan (deposito) yang diterima maupun kredit yang diberikan adalah dalam mata uang negara di mana bank berkedudukan. Dalam pasar valuta asing atau pasar forex, mata uang yang dikonversi menjadi mata uang lain dimana pun suatu bank berkedudukan. Sedangkan dalam pasar eurocurrency, baik simpanan (deposito) yang diterima maupun kredit yang diberikan adalah dalam bentuk mata uang selain mata uang negara di mana bank berkedudukan.

Eurobank adalah lembaga keuangan yang secara simultan menerima deposito dan memberikan pinjaman dalam mata uang selain mata uang lokal di mana lembaga keuangan tersebut membuka kantornya. Instrumen financial yang diderivasi dari eurocurrency pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang diperjualbelikan di pasar domestik. Untuk menunjukan bahwa pasar eurocurrency benar-benar segmented, ada kebiasaan untuk menyertakan kata “Euro” di depan nama instrument eurocurrency seperti eurodeposit, eurocertificate of deposit, euroloan, dan lain sebagainya.

Base Price dan Counter Price
Pada kurs dimana USD menjadi base currency dan kemudian terjadi kenaikan pada kurs tersebut, memberi arti bahwa USD terapresiasi (menguat) dan mata uang lain tersebut terdepresiasi (melemah). Sebagai contoh, jika kurs USD/JPY berubah dari 120.01 menjadi 123.01, USD dikatakan menguat (JPY melemah) dikarenakan saat ini dibutuhkan lebih banyak JPY untuk ditukarkan dengan USD. Kendati demikian, notasi kurs sebagaimana ditulis di atas tidak berlaku untuk mata uang poundsterling Inggris (GBP), dollar australia (AUD), dollar Selandia baru (NZD), dan Euro (EUR). Untuk kurs empat mata uang ini, mereka menjadi base currency, dan USD menjadi mata uang kedua (counter atau quote currency). Sebagai contoh, jika kurs GBP/USD adalah 1.4366, maka satu GBP setara dengan 1.4336 USD. Dalam kurs empat mata uang ini, kenaikan kurs berarti melemahnya USD (karena kemudian dibutuhkan lebih banyak USD untuk ditukarkan dengan base currency atau GBP,EUR,NZD atau AUD) da menurunnya kurs berarti melemahnya base currency.

Apresiasi dan Depresiasi
Apresiasi (atau Depresiasi) adalah perubahan nilai tukar mata uang satu terhadap mata uang lainnya karena mekanisme pasar. Ketika nilai tukarnya menurun (atau meningkat), mata uang tersebut dikatakan telah terdepresi . Misalnya, Wanda the Winetaster (si peminum anggur), seorang Amerika memutuskan untuk membeli sebotol anggur Chateau Lafite Rothscild tahun 1961 (tahun yang terbaik) untuk mengisi tempat penyimpanan aggurnya. Kalau harga anggur di perancis adala 1.000 euro dan kurs adalah $1.19 per euro, maka harga anggur yang akan dibayar oleh Wanda adalah $ 1,19 (1.000 euro x $ 1,19/euro).

Sekarang misalnya Wanda menunda pembeliannya dua bulan lagi, dimana euro terapresiasi menjadi $1, 40 per euro. Kalau harga domestik dari Lafite Rothscild tetap 1.000 euro, maka harganya akan naik dari $1,190 menjadi $1,400, tetapi apresiasi mata uang membuat harga barang-barang luar negeri di negara tersebut menjadi lebih murah. Pada kurs $ 1,19 per euro, computer Dell seharga $ 2.000 akan seharga $ 1.681 euro bagi Pierre sang Programmer, kalau kurs naik menjadi $ 1,40 per euro, computer tersebut akan seharga hanya 1.429 euro.

Depresiasi euro akan menurunkan harga barang Prancis di Amerika tetapi menaikkan harga barang Amerika si Perancis. Kalau euro turun sebesar $ 1,00, satu botol anggur Lafite Rothscild milik Wanda hanya akan seharga $ 1,000 bukan $ 1,190 dan computer dell yang akan dibayar Pierre sebesar 2000 euro bukan 1.681 euro. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, ketika mata uang suatu negara terapresiasi (nilainya relative naik terhadap mata uang lainnya), barang yang dihasilkan oleh negara tersebut di luar negeri menjadi lebih mahal dan barang-barang luar negeri di negara tersebut menjadi lebih murah (asumsi harga domestik kontan di kedua negara). Sebaliknya, ketika mata uang suatu akan memudahkan produsen domestik untuk menjual barang-barangnya di luar negeri dan membuat barang-barang luar negeri menjadi kurang bersaing di pasar domestik.

Futures Market
Pasar futures market adalah bentuk khusus dari pasar forward dimana transaksi pembelian dan penjualan valas dilakukan pada suatu bursa resmi. Transaksi yang dilakukan di bursa futures merupakan transaksi yang distandarisasi oleh suaturegulasi atau aturan tertentu.

Semoga bermanfaat dari semua artikel yang dituliskan mulai dari Istilah Penting Dalam Forex Trading 1, 2, 3, 4 dan 5 ini. Happy trading

Related Posts:

Istilah Penting Dalam Forex Trading 4

Mari kita lanjutkan Istilah Penting Dalam Forex Trading bagian 4, sebagai berikut:

Nostro Account
Bank yang aktif dalam bisnis international harus melihat cukup kas (balance) dalam mata uang asing untuk mengeksekusi perintah pembayaran international, baik yang timbul dari aktivitas perdagangan (ekspor-impor barang dan jasa) maupun dari aktivitas pasar keuangan international. Jenis mata uang yang dipelihara tentu bukan sekedar mata uang asing, tetapi harus major currency, misalnya USD, GBP, EUR, dan JPY.

Sebagian dari kas ini biasanya disimpan dalam rekening giro (current account) dibank asing korespondennya, untuk dijadikan sebagai kas kerja (working balance). Misalnya, AmBank Amerika memiliki rekening giro dalam GBP di BritBank Inggris, sebaliknya Britbank memelihara rekening giro dalam USD di AmBank. Dalam dunia perbankan, rekening milik AmBank (BritBank) yang berada di BritBank (AmBank) dinamakan nostri account, yang secara umum didefinisikn sebagai rekening miliki bank non-residen yang berada di bank asing (correspondent bank).

Closing Rate dan Opening Rate
Dalam setiap sesi perdagangan forex, pada dealer biasanya bekerja satu jam lebih awal untuk berdiskusi bersama rekan kerjanya serta mendapatkan briefing singkat dari ‘kapten’ dealing room. Melalui meeting, tim dealer melakukan peninjauan ulang (reassessment) terhadap strategi-strateginya dan kemudian mentukan taktik-taktik berdasarkan hal-hal berikut:

Pertama, closing rate (kurs penutupan) dibelahan bumi yang lain. Closing rate adalah kurs yang ditutup dapa setiap trading session di pusat-pusat financial seperti New York, London, Brussel, Singapura, Hongkong dan Tokyo. Karena perbedaan zona waktu, pasti ada perbedaan closing rate diantara pusat-pusat financial tersebut. Ketika bank-bank di London sudah tutup dan New York menjelang menutup kantornya, bank-bank dijakrata sedang bersiap-siap membuka kantornya. Pada saat Jakarta sedang akan memulai trading session, bank-bank di Tokyo dan Hongkong sudah beberapa jam lebih dulu beroperasi. Closing rate dari pusat-pusat financial harus dibaca sebagai kecenderungan beru (new trend) dalam pasar valuta asing global.

Kedua, perkembangan ekonomi dan politik terkini. Diabawah sistem kurs mengambang, perkembangan indicator ekonomi seperti bungaminflasi, pengangguran dan neraca pembayaran menjadi fundamental dalam menentukan kurs, jika tidak secara jangka pendek mungkin jangka panjang. Faktor-faktor politik seperti gejolak social, pergantian pemerintahan, dan serangan militer dapat juga mempengaruhi, dan bahkan ‘mendikte’ pasar.

Ketiga, Net exchange position. Perlu diperhatikan bahwa departemen dealing room tidak bisa begitu saja menetapkan kurs dalam arus kasnya untuk waktu yang lama. Net exchange position senantiasa berubah seiring dengan perubahan harga pasar. Bagi dealer yang mengambil posisi terbuka (open position), perubahan kurs pasar bisa menimbulkan gain atau loss.

Berdasarkan info tersebut, kapten dealer menetapkan opening rate (kurs pembukaan) dengan mengacu pada nilai tukar currency pair yang utama (major), misalnya nilai tukar USD terhadap GBP. Setelah opening rate GBP/USD ditetapkan, delaer kemudian menghitung opening rate satu unit USD terhadap mata uang utama lainnya seperti JPY, CHF, EUR, dan mata uang minor seperti SGD, HKD, AUD. Setelah opening rate dihitung dan diupload, maka satu trading siap dimulai.

Hard Curently dan Soft Curently
Hard curently adalah julukan untuk mata uang yang memiliki permintaan tinggi (strong demand) dan pasokan terbatas (limited supply). Julukan ini terkait dengan kekuatan ekonomi suatu negara yang ditandai dengan surplus neraca perdagangannya yang besar. Status ini dikontrakdisikan dengan soft currency. Aktivitas yang terjadi di pasar valuta asing tidak lain adalah pertukaran (atau pengonversian) mata uang satu terhadap mata uang lain. Tapi, tidak ada satu pun negara yang menyediakan fasilitas perdagangan atau pengonversian seluruh mata uang yang ada. Misalnya, di Indonesia mungkin sulit ditemukan bank yang melayani fasilitas penukaran rupiah terhadap mata uang negara Zaire atau mata uang negara Kuba. Atau penduduk nigeria mungkin tidak menemukan bank negaranya menjual rupiah. Tetapi untuk mata uang kuat (hard currency) seperti dolar dan yen, pasti diperjual belikan di hampir setiap negara.

Related Posts:

Istilah Penting Dalam Forex Trading 3

Lanjutan dari Istilah Penting Dalam Forex Trading 2

Hedging atau Covering
Laporan arus kas pada dasarnya menggambarkan lalu lintas dana yang diharapkan terjadi pada suatu saat dalam periode waktu tertentu. Sejauh masih dalam pengharapan, jumlah yang benar-benar diterima (ex post) bisa lebih kecil dari yang diharapkan (ex ante), atau jumlah yang benar-benar dibayarkan (ex post) bisa lebih besar dari yang diharapkan (ex ante). Inilah yang dinamakan resiko financial dalam pengertian bahwa yang diharapkan bisa berbalik menjadi kenyataan yang tidak diinginkan. Untuk menghindari resiko ini, maka perlu tindakan hedging atau covering.

Hedging dapat bermakna  to minimize or protect againts the loss of by counterbalancing one transaction, such us a bet, againts another, sedangkan covering berarti  to protec or shield from harm, loss and danger. Dalam konteks yang dibicarakan disini, hedging berarti menghilangkan net exchange position atau interest  rate position (gap) dengan mengadakan transaksi berlawanan, sedangkan covering berarti mengunci bunga atau kurs  di muka (in advance). Kadangkala pengertian hedging disamakan dengan covering. Ini dapat dimaklumi karena dua kata ini bermakna “melindungi” expected inflow maupun expected ouflow terhadap perubahan-perubahan bunga dan kurs yang tidak diharapkan.

Rolling Over
Keuntungan atau kerugian karena exchange position atau interest position tidak harus direalisasikan pada saat jatuh tempo. Pada saat dimana posisi sudah harus settle tetapi diprediksi  ke depan (forward) bahwa masih ada kemungkinan untuk mendapatkan gain atau mengurangi loss, maka posisi ini dapat “diperpanjang” atau di roll over. Keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan rolling over harus berdasarkan superioritas harapan kita relative terhadap harapan pasar. Sebagai contoh, pada hari 1 (sekarang) diputuskan untuk menerima short NZ$ dan long $ dengan harapan bahwa nilai tukar $ per NZ$ akan terdepresiasi  pada hari 91. Ketika hari 91 tiba, ternyata nilai tukar $ per NZ$ telah terapresiasi lebih besar dari yang diantisipasi oleh pasar pada hari 1. Jika demikian, sekarang (91), kita mempunyai dua pilihan yang pertama, menerima exchange loss dan segera menutup (close) posisi pada hari 91. Kedua, pada hari 91, memperpanjang (rolling over) posisi kursnya sampai pada, katakanlah hari 120, dengan harapan $ akan terapresiasi terhadap NZ$ sedemikian rupa sehingga cukup untuk mengompensasi sebagian exchange loss. Rolling over adalah aktivitas penginvestasian kembali (reinvesment) atas sejumlah dana dipasar uang atau penundaan konversi mata uang satu menjadi mata uang lainnya, untuk beberapa waktu di kemudian hari setelah jatuh tempo, dengan harapan mendapatkan keuntungan atau memperkecil kerugian.

Convered Interest Arbitrage (CIA)
Convered interest arbitrage (CIA) adalah aksi atau strategi mengambil untung dimana orang dengan base currency tertentu, membeli instrument financial bersatuan mata uang asing, dan secara simultan menujual future value dari instrument itu di pasar forward terhadap base currencynya. Strategi ini dapat dilakukan apabila terdapat disparitas antara interest rate differential dengan exchange rate differential (persentase swap rate). Sejauh ada perbedaan antara differential ini, siapapun bisa memetik laba melalui operasi CIA. Pada dasarnya, CIA menyangkut jawaban atas dua pertanyaan yaitu mata uang apa yang harus dipinjam dan mata uang apa yang harus diinvestasikan?

Pertanyaan pertama tidak serta merta dijawab dengan meminjam dana pada bunga yang lebih rendah. Sebaliknya, jawaban atas pertanyaan kedua tidak selalu menyuruh kita untuk menginvestasikan dana pada pada bunga yang lebih tinggi. Apabila mata uang yang dipinjam tidak sama dengan mata uang yang diinvestasikan, kurs spot dan kurs forwardnya menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan. Dalam konteks ini CIA menyatakan dalilnya. Sebelum CIA didalilkan, perlu kiranya untuk mengetahui konsep premi/diskon yang sudah :
  • Dalam transaksi forward, mata uang yang berbunga lebih tinggi akan dijual pada diskon (atau lebih murah dari harga spot) terhadap mata uang lawannya yang berbunga lebih rendah.
  • Dalam transaksi forward, mata uang yang berbunga lebih rendah akan dijual pada premi (atau lebih mahal dari harga spot) terhadap  mata uang lawannya yang berbunga lebih tinggi.
Berdasarkan konsep premi/diskon ini, dapatlah diformulasikan dua dalil bagi operasi CIA, yaitu:
Pertama, Dalil 1: apabila persentase forward diskon pada mata uang tertentu lebih kecil daripada interest rate differential yang berada mata uang itu, berarti ada laba dari CIA, yaitu : meminjam mata uang yang berbunga lebih rendah, dan menginvestasikannya dalam mata uang berbunga lebih tinggi, kemudian menjualnya secara forward hasil investasinya terhadap mata uang yang berbunga lebih rendah itu.

Kedua, Dalil 2: apabila persentase forward diskon pada mata uang tertentu lebih besar daripada intersest rate differential yang berada mata uang itu, berarti ada laba dari operasi CIA : yaitu meminjam mata uang yang berbunga lebih tinggi, kemudian menginvestasikannya dalam mata uang berbunga lebih rendah, kemudian menjual secara forward hasil investasinya terhadap mata uang  yang berbunga lebih tinggi itu.

Menyimak secara seksama dua dalil CIA tersebut, tampak bahwa dalam operasi CIA terdapat dua kegiatan “waspada” hedging dan covering. Hedging dapat dilihat dari transaksi yang saling berlawanan, yaitu meminjam mata uang itu terhadap mata uang berbunga lebih rendah da kemudian menjual mata uang itu terhadap mata uang berbunga lebih tinggi (dalil 1), atau meminjam mata uang berbunga lebih tinggi dan kemudian menjual mata uang itu terhadap mata ung yang berbunga lebih rendah  (dalil 2). Sementara itu, covering tampak dari usaha mengunci kurs forward untuk mendapatkan dana yang kelak dibayarkan pada pinjaman jatuh tempo.

Related Posts:

Istilah Penting Dalam Forex Trading 2

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Istilah Penting Dalam Forex Trading 1, disini saya akan melanjutkan tentang istilah istilah penting dalam forex trading sebagai berikut:

Margin trading
Perdagangan dengan margin adalah suatu fasilitas yang disediakan kepada pelaku trading forex untuk bisa melakukan trading melebihi modal yang dimiliki. Hal ini bisa terjadi karena pemodal mendapat pinjaman dari bank atau broker, dimana pemodal cukup menyediakan sedikit uang sebagai jaminan (collateral).

Bagi pemodal, penggunaan margin trading akan dapat meningkatkan daya beli karena dana yang ditransaksikan melebihi jumlah modal yang dimiliki. Bagi perusahaan atau bank pemberi pinjaman, penggunaan margin trading akan dapat meningkatkan competitive advantage. Jenis margin yang disediakan kepada pemodal adalah :
  • Margin dengan presentase (Percentage Based Margin)
    Percentage Based Margin memberikan pinjaman kepada trader forex sebesar persentase tertentu dari nilai transaksi. Margin diberikan pada mata uang yang menjadi base currency dalam kuotasi. Sebagai contoh, dengan collateral sebesar 1% maka untuk transaksi USD/JPY sebesar $ 100.000 (1 unit), pemodal cukup menyediakan dana sebesar $ 1,000 (1% x $ 100,000).

  • Margin dengan jumlah yang tertentu (Fixed Amount Margin)
    Dalam perdagangan dengan margin, ada suatu istilah yang disebut leverage. Secara sederhana leverage merupakan perbandingan atau rasio jumlah dana yang bisa ditransaksikan dengan modal sendiri (sebagai collateral atau jaminan) yang dimiliki. Leverage ratio untuk setiap broker atau bank berlainan antara satu dengan yang lainnya, misalkan 50:1, 100:1, 200:1, atau 400:1. Dengan leverage 100:1, maka pemodal cukup menyediakan dana sebesar $ 1 untuk transaksi pembelian sebesar $ 100. Sebagai contoh, jika kita memiliki dana di rekening sebebsar $ 2,000, maka dengan leverage 100:1, kita membeli sampai $ 200,000.
Kendati demikian, transaksi dengan margin juga mengandung resiko yang bisa merugikan pemodal. Resiko yang melekat pada transaksi margin diantaranya adalah : pertama, menambah margin (margin call). Margin call adalah pemberitahuan yang dikeluarkan oleh pemberi fasilitas margin kepada pemodal untuk menambah modal pada rekening margin, karena posisi marginnya di bawah maintenaince margin (margin minimum yang harus selalu ada pada rekening pemodal). Kedua, likuidasi posisi. Resiko ini timbul akibat pemodal  tidak menambah modal pada rekening margin yang posisi marginnya berada dibawah maintenaince margin.

Dalam memanfaatkan fasilitas margin, terdapat beberapa hal  yang harus diperhatikan oleh pemodal yaitu: pertama, memehami bagaimana transaksi margin dilakukan dan pengaruhnya terhadap jumlah rekening yang dimiliki. Kedua, selalu memantau posisi margin balance dan melakukan stop-loss order pada setiap open position untuk meminimumkan risiko yang timbul. Ketiga, jika account balance yang dimiliki tidak cukup untuk menutup minimum margin requirement, posisi akan ditutup dengan otomatis.

Pasar Spot dan Forward
Transaksi spot, adalah jual beli valuta asing yang disertai kewajiban bagi pihak pembeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya dalam kurun waktu meksimum dua hari kerja setelah terjadi kontrak. Tanggal dimana dua mata uang saling diserahterimakan (yaitu dua hari kerja setelah tanggal kontrak) dinamkan value spot. Meskipun jangka waktu yang standar adalah dua hari, serah terima spot dapat pula dituntaskan pada tanggal kontrak, atau satu hari setelah tanggal kontrak. Sedangkan transaksi forward adalah jual beli valuta asing yang disertai kewajiban bagi pihak pmebeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya dalam waktu lebih dari dua hari kerja setelah tanggal kontrak. Kata ‘lebih dari dua hari kerja’ bisa berarti serah terima forward diselesaikan dalm kurun satu hari, satu minggu, satu bulan, tiga bulan atau satu tahun setelah value spot.

Interst Rate Position
Siapapun yang melakukan operasi pasar uang, arus kasnya dapat terpengaruh oleh perubahan-perubahan bunga yaitu harga instrument pasar uang. Apabila dilakukan operasi ini seraya membiarkan arus kas tersingkap terhadapa perubahan-perubahan tersebut, maka dikatakan bahwa arus kas dalam posisi bunga (interest rate position). Posisi bunga menjadi long jika pada tanggal kontrak yang sama, jangka waktu pinjaman dana dalam mata uang tertentu lebih panjang daripada jangka waktu investasi dana dalam mata uang itu. Sebaliknya, dikatakan short jika, pada tanggal kontrak yang sama, jangka waktu pinjaman dana dalam mata uang tertentu lebih pendek daripada jangka waktu investasi dan dalam mata uang itu.

Dengan kata lain, posisi long atau short terjadi apabila ada perbedaan umur pinjaman dan umur investasi, dimana keduanya dalam mata uang serta dikontrak pada tanggal yang juga sama. Dalam bahasa perbankan, selisih umur pinjaman dan investasi ini dinamakan gap. Aktivitas borrowing dan investment dari sudut pandang perbankan, berbeda jika dipandang dari sisi perusahaan non-bank (misalnya perusahaan manufaktur). Bagi bank, borrowing dapat terjadi karena menerima deposito dari nasabah atau penempatan dana dari bank lain, sementara itu, investment dapat dilakukan dengan menyalurkan kredit kepada nasabah atau menempatkan dana kepada bank lain. Bagi perusahaan non bank, borrowing dapat terjadi karena menerima dana pinjaman dari bank, sementara investment dapat terjadi karena mendepositokan dananya kepada bank.

Exchange Rate Position
Siapapun yang melakukan operasi pasar valuta asing atau trading forex, arus kasnya dapat terpengaruh oleh perubahan-perubahan kurs yaitu harga konversi mata uang satu terhadapa mata uang lainnya. Apabila dilakukan operasi ini seraya membiarkan arus kas tersingkap (ter-expose) terhadap perubahan-perubahan kurs, maka dikatakan bahwa arus kas dalam posisi kurs (exchange rate position). Posisi kurs menjadi long jika jumlah pembelian mata uang tertentu lebih besar daripada jumlah penjualannya. Sebaliknya, dikatakan short jika jumlah pembelian mata uang tertentu lebih kecil daripada  jumlah penjualannya. Dengan kata lain, posisi long atau short terjadi apabila ada perbedaan jumlah pembelian dan penjualan mata uang tertentu. Dalam bahasa perbankan, selisih jumlah pembelian dan penjualan ini dinamakan exposure.

Related Posts:

Istilah Penting Dalam Forex Trading 1

Istilah Istilah dalam Forex - Tokotua ForexSelain memiliki keterampilan dasar dalam bertrading forex, seorang trader juga harus memiliki pengetahuan dasar yang terkait dengan forex. Karena orang yang menjalani hidup tanpa pengetahuan maka ia akan tersesat.begitu juga dalam melakukan transaksi forex, seorang trader harus mengetahui beberapa hal dasar yang berhubungan dengan kelancaran forex trading. Adapun pengetahuan dasar tersebut adalah berkaitan dengan beberapa istilah penting dibawah ini:

Bid dan Ask
Dalam transaksi, harga beli dan harga jual dari suatu valuta asing dinyatakan dalam kuotasi bid/ask atau bid/offer. Bid adalah timgkatan harga dimana pedagang valuta asing bersedia untuk membeli, sedangkan ask atau offer adalah tingkatan harga dimana pedagang valuta asing bersedia untuk menjual (jadi sederhananya "bid adalah kesediaan kita untuk membeli atau open posisi beli, sedangkan ask atau offer adalah kesediaan kita untuk menjual atau open posisi jual"). Penting untuk diingat bahwa kuotasi kurs bid/ask bersifat resiprokal, artinya pembelian suatu valuta asing diikuti dengan penjualan valuta asing lainnya.

Contoh: kurs USD/CHF 1.7054/1.7057 berarti bahwa kita dapat membeli 1 USD dari pedagang valuta asing dengan 1.7057 CHF (Swiss Francs) atau menjual 1 USD dengan 1.7054 CHF. Jadi, jika kita membeli USD secara otomatis kita akan menjual CHF ( membeli USD dengan menggunakan CHF = menerima USD dan kehilangan CHF) . Jika kita menjual USD, kita otomatis akan membeli CHF (menjual USD  dengan menggunakan CHF = kehilangan USD dan menerima CHF). Dengan demikan, bid adalah tingkat harga dimana kita dapat menjual base currency (dan pada saat bersamaan membeli counter currency), sedangkan ask adalah tingkat harga dimana kita dapat membeli base currency (dan pada saat bersamaan menjual counter currency).

Pips/Spread
Jika diperhatikan, selalu terdapat selisih antara kurs bid dan ask dimana bid selalu lebih rendah dari ask. Selisih antara bid dan ask dikenal dengan spread. Perbedaan ini bisa terjadi karena bank atau pedagang valuta asing akan mencari keuntungan dengan menjual valuta asing dengan harga yang lebih tinggi saat membeli. Besarnya spread antara bid dan ask ditujukan dengan satuan pip atau point. Untuk USD/JPY, 1 pip adalah dua angka decimal dibelakang koma (0.01), sedangkan untuk kurs valuta asing lainnya (non-JPY) 1 pip adalah empat angka dibelakang koma (0.0001). Sebagai contoh, dengan kurs USD/CHF 1.7054/1.7057, spreadnya adalah 0.0003 (3pip), untuk USD/JPY 122.92/122.95, spreadnya adalah 0.3 (3pip).

Dalam perdagangan forex atau valuta asing dimana USD menjadi base currency, 1 pip dapat dibagi dengan kurs yang berlaku untuk mengetahui besarnya pip value. Dengan demikian, pip value untuk USD/JPY adalah 0.01 : exchange rate dan pip value USD/CHF adalah 0.0001 : exchange rate. Sebagai ilustrasi, dengan kurs USD/JPY 122.92/122.95 kita membeli $ 100,000 (pada harga JPY 122.95) lalu katakanlah beberapa saat kemudian kurs USD/JPY tersebut berubah menjadi 122.97/122.99. Dengan kurs tersebut, kita kemudian menjual kembali $ 100.000 (pada harga JPY 122.97).

Dari transaksi tersebut, terdapat selisih sebesar 0.2 atau 2 pip (122.97 - 122.95), sehingga pip valuenya dapat dihitung sebesar (0.01/122.97) x $ 100,00 = $ 8,13 per pip. Dengan 2 pip keuntungan dari transaksi sebesar $ 100,000 adalah $ 16.26 (2 pip x $ 8.13). Untuk kurs dimana USD tidak menjadi base currency, kita harus mengalihkan pip value tersebut dengan currency USD. Sebagai ilustrasi, pip value untuk EUR/USD pada kurs 0.9887 adalah EUR 0.0001011 (0.0001 : 0.9887), dengan transaksi misalkan EUR 100,000

Cross Currency
Dalam beberapa transaksi valuta asing, mata uang USD sebagai ‘centerpiece’ di pasar valuta asing tidak dipergunakan. Jika suatu mata uang negara lain bukan dalam bentuk USD, maka kurs tersebut disebut Cross Currency sebagai contoh kurs EUR/JPY 127.95 (1 Euro setara dengan 127.95 Japanese yen). Untuk mendapat mengetahui Cross currency, dalam hal ini EUR/JPY, dapat dilakukan dengan membandingkan kurs EUR/USD dan USD/JPY. Cross currency pada umumnya digunakan oleh para arbitrager, untuk melakukan international triangular arbitrage (mencari keuntungan dari perbedaan spot rate yang berlaku dengan cross rate di tiga tempat yang berbeda).

Lanjutkan membaca pada : Istilah Penting Dalam Forex Trading 2, Terima kasih

Related Posts:

Analisis Fundamental

Analisis Fundamental - Tokotua Forex Analisis Fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik, dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara di dunia, terutama negara-negara pemilik mata uang kuat, seperti  Amerik Serikat, Kanada, Inggris, Swiss, Jepang, Cina, Singapura, Australia, dan New Zealand.

Analisis fundamental membutuhkan kelihaian dan seni tersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yang akan berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar suat mata uang. Berikut adalah prinsip-prinsip analisis fundamental:

Raksi berantai,
Semakin besar dampak berantai suatu informasi, semakin besar pengaruhnya terhadap nilai tukar.

Jarak informasi,
Semakin dekat informasi dengan suatu mata uang, semakin besar pengaruh informasi tersebut. Misalnya, informasi yang berasal dalam negeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai tukar rupiah dibanding informasi dari luar negeri.

Sumber berita,
Semakin resmi sumber berita, semakin kuat pengaruhnya terhadap nilai tukar mata uang.

Jenis berita,
Berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap nilai tukar mata uang dibanding berita lainnya, seperti politik, sosial atau budaya.

Prosedur analisis fundamental itu melalui segala informasi termasuk hal-hal yang tidak rasional terkadang harus dikumpulkan, guna untuk dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan kurs mata uang. Pada intinya, informasi tersebut akan mempengaruhi supply dan demand atas mata uang suatu negara. Sedangkan metode melakukan analisis fundamental yaitu dengan terus menerus meng –up date informasi yang ada. Mengenai media informasi tersebut bergantung ketersediaan yang ada di tempat kita. Namun, untuk FOT informasi ini akan selalu tersedia di menu view.

Untuk memperoleh data-data fundamental, trader biasanya menggunakan informasi-informasi yang disediakan oleh beberapa media. Media biasanya menambahkan ulasan-ulasan dan perkiraan pergerakan harga karena pengaruh indikasi tersebut. Analisa fundamental (fundamental analysis). Melalui metode ini akan dilakukan prediksi terhadap pergerakan harga dan kecenderungan pasar dengan menganalisa indikator-indikator ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap fundamental perekonomian. Analisis Fundamental mempelajari the causes of market movements, sedangkan Analisis Teknikal mempelajari the effect of market movement.

Related Posts:

Analisis Teknikal

Belajar Analisis Teknikal Forex - Tokotua Forex Analisis teknikal pertama kali di temukan oleh Charles Dow, seorang jurnalis berkebangsaan Amerika Serikat yang juga salah satu pendiri bursa keungan Dow Jones di Amerika Serikat. Analisis teknikal adalah studi harga dengan menggunakan grafik sebagai alat utama. Dengan menggunakan data-data pergerakan harga dari waktu yang lalu (historical) untuk menentukan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya. Poin terpenting dari analisis ini adalah bagaimana caranya agar kita mampu mengenali trend sedini mungkin.

Analisis tekinikal yang digunakan saat ini berasal dari Dow Theory . Dow Theory adalah formulasi dari kumpulan artikel di Wall Street, yang dikembangkan Charles Dow dari tahun 1900 hingga tahun 1902. Asal usul dari teori ini mencakup prinsip-prinsip seperti tren harga, harga melakukan diskon pada semua informasi yang dikethui (teori yang berasumsi bahwa semua informasi baik saat ini, masa lalu ataupun masa depan telah di diskonkan dan di serap ke dalam pasar berdasarkan informasi baik dari emosi investor, data inflasi, data ekonomi, serta pengumuman laporan keuangan), konfirmasi dan penyimpangan (diver-gence), volume mencerminkan perubahan harga, dan dukungan tahanan (support/resistance).

Secara sederhana,  Analisis teknikal  dapat diartikan sebagai suatu studi dan "seni" yang dipakai untuk mengindera kecenderungan harga yang akan datang dengan menggunakan chart maupun perhitungan matematis. Dari pengertian tersebut, bisa dilihat bahwa terdapat dua jenis alat yang dipakai dalam Analisis teknikal, yaitu charting dan quantitative model. Dalam melakukan "penginderaan", terdapat beberapa asumsi yang dipakai dalam Analisis teknikal, antara lain:
  • Pertama, All market fundamentals are depicted in the actual market data. 
  • Kedua, harga yang terbentuk di pasar merupakan refleksi dari seluruh faktor yang ada di pasar. 
  • Ketiga, history repeats itself. Perilaku para investor dimasa lalu yang terjadi secara berulang-ulang dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi perilaku di masa yang akan datang. 
  • Keempat, prices move in trend. Para analisis teknikal tidak berkeyakinan bahwa pergerakan adalah acak dan tidak dapat diprediksi. Harga akan bergerak dalam suatu arah (trend) tertentu dan akan berlanjut untuk beberapa saat.
Semoga Bermanfaat

Related Posts:

Sistem Operasi Perdagangan Forex

Dalam membahas operasi perdagangan forex, sangat banyak sub sub pembahasan yang akan kita pahami yakni di awali dari :

Untung vs Rugi,
Jika perdagangan barang terjadi secara spot, artinya jika kita membayar hari ini kita akan medapatkan barang pada hari ini juga, istilahnya cash and carry, maka perdagangan forex adalah perdagangan berjangka (future), dimana pembayaran terjadi hari ini dan penyerahan barang terjadi di kemudian hari, sesuai kesepakatan. Perbedaan antara pembayaran dan penyerahan barang inilah yang menyebakan perbedaan harga yang nantinya menjadi sumber keuntungan dari perdagangan forex.

Contoh: kita membeli dollar AS dengan harga Rp 9.000 pada hari ini untuk penyerahan satu bulan yang akan datang, yang artinya kita baru menerima dollar AS yang kita beli sekarang sebulan yang akan datang. Apa yang akan terjadi setelah sebulan yang akan datang? Tentu nilai dollar AS bisa saja berubah dari nilai pada hari pada hari transaksi, bisa naik, turun atau bahkan tetap dengan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar dollar tersebut. Jika harga dollar AS satu bulan kemudian menjadi Rp 8.000 maka kita mengalami kerugian sebesar Rp 1.000 sebab pada saat transaksi kita membeli di harga Rp 9.000. sebaliknya, jika sebulan kemudian harga satu dollar AS menjadi Rp 10.000 maka kita akan mendapat keentungan Rp 10.000. Lihat contoh dibawah ini:

Untung Rugi Perdagangan Forex - Tokotua Forex

Likuidasi,
Dalam perdagangan forex yang menganut perdagangan future, keuntungan dan kerugian itu tidak harus terjadi, selama kita tidak mengeksekusinya atau menutup posisi order. Ini berbeda dengan yang menganut forward di mana eksekusi penyerahan barang harus dilakukan pada waktu yang telah disepakati. Eksekuasi istilah resmi yang digunakan adalah likuidasi perdagangan forex, bisa kapan saja. Misalnya setelah satu bulan kita mendapati harga satu dollar AS menjadi Rp 8.000 berarti akan rugi Rp 1.000 dan jika kita likuidasi sesuai kesepakatan. Oleh karena itu kita bisa menundanya, setidaknya beberapa hari kedepan harga dollar AS akan naik lagi. Jika seminggu kemudian, perkiraan kita benar harga dollar AS naik menjadi Rp 10.000 maka bisa melikuidasinya dan mengantongi keuntungan senilai Rp 10.000.

Waktu likuidasi,
Dalam likuidasi diatas, kita menunggu sampai satu bulan, bahkan kita menambahkan waktu satu minggu lagi. Kalau begitu bertransaksi forex memerlukan waktu yang cukup lama? Jawabannya tidak, bahkan dalam hitungan menit pun kita bisa segera melakukan likuidasi, jika kita sudah mendapatkan keuntungan atau ingin mengurangi kerugian atau terpaksa menjual karena sedang membutuhkan uang. Disinilah kesempatan menjadi orang kaya mendadak bisa direalisasikan, demikian pula sebaliknya bisa jatuh miskin seketika.

Mata uang,
Dalam contoh diatas, mata uang dollar AS bertindak sebagai barang, sedangkan mata uang Rupiah bertindak sebagai alat pembayaran. Dalam perdagangan forex, dollar AS sering bertindak sebagai uang, sedang mata uang lain bertindak sebagai barang. Karena kita berada di Indonesia, maka rupiah akan selalu menjadi uang. Bahkan bisa tiga kali transaksi (arbitrage triangular). Misalnya, kita ingin bertransaksi membeli Yen (sebagai barang) dengan dollar AS (bertindak sebagai uang), maka transaksi pertama adalah kita membeli dollar AS. Setelah mendapat dollar AS kita menggunakannya untuk membeli Yen. Setelah menjadi Yen, kita bisa menggunakannya untuk membeli rupiah saat akan menggunakan uang kita di Indonesia.

Related Posts:

Perhitungan Transaksi Margin Trading

Meskipun margin memudahkan investor melakukan investasi, bukan berarti kemudahan itu merupakan keuntungan bagi investor. Artinya kalau investor telah melakukan perdagangan dengan sistem margin pasti akan mendapat keuntungan. Ingat, margin trading merupakan cara perusahaan pialang berjangka untuk memperluas nasabahnya.

Perhitungan Transaksi Margin Trading

Disisi lain, bila trader atau investor memanfaatkan margin trading, berarti trader telah memutuskan melakukan investasi. Dengan investasi itu telah melekat resiko yang harus ditanggungnya. Bahkan dalam literatur investasi, margin trading merupakan salah satu strategi investasi yang cenderung mendekati spekulasi.

Sebab, jika terjadi kerugian investasi dengan sistem margin ini akan menciptakan nilai yang lebih besar dari investasi dengan sistem fisik/cash trading. Untuk itu, agar bisa memanfaatkan margin trading secara menguntungkan, diperlukan teknik perhitungan yang cukup rumit.
Perhatikan contoh berikut:
  1. Sehari kemudian GBP meningkat harganya menjadi USD 1.8950 dan investor menjual (berarti overnight/menginap),
  2. Perusahaan pialang berjangka mengenakan fee USD 5 per lot untuk transaksi open buy saja, dan
  3. Bunga untuk GBP dengan posisi open buy adalah Rp. 5.612 per hari.
Apa yang akan terjadi? Kini aset menjadi USD 18.950 (USD10,000 x USD1.8950). namun, transaksi dengan margin trading menghasilkan keuntungan dan kerugian yang berbeda dengan transaksi cash trading. Pada transaksi margin trading keuntungan bersih yang diterima adalah USD89,44, sedang dengan sistem cash trading = USD100. Mana yang harus dipilih Transaksi margin atau transaksi cash?

Hati-hati! Kalau memperhatikan nilai absolutnya, tentu kita akan memilih transaksi cash, sebab nilai keuntungan lebih besar. Tetapi ingat! Untuk menghasilkan keuntungan USD100 sengan sistem transaksi cash itu, kita harus menanamkan uang sejumlah USD 19,850. Sebaliknya, untuk mendapatkan keuntungan USD94,44 dengan sistem perdagangan margin, kita cukup menanamkan uang sebesar USD100. Disinilah pentingnya kita memahami ilmu keuangan.

Dalam teori keuangan terdapat indikator penting yang disebut rate of return on equity (ROE), yaitu seberapa besar pengembalian yang didapat dengan penanaman modal tertentu, yang dirumuskan sebagai keuntungan bersih dibagi modal. Dalam contoh kita, dengan margin trading akan mendapatkan ROE 94,44% sedang dengan cash trading hanya akan mendapatkan ROE 0.53%. jadi, ROE margin trading lebih besar dari ROE cash trading, dengan demikian sangat menguntungkan kalau kita memilih transaksi dengan margin trading.

Bagaimanakah kondisi ini bisa dimanfaatkan? Kondisi demikian akan menguntungkan kalau kita mengetahui nilai tukar mata uang yang dibeli akan menguat, dan peningkatan itu bisa menutup seluruh biaya, yang terdiri atas fee, bunga, dan pajak.

Dan apa yang terjadi, seandainya ternyata nilai tukar GBP tidak menguat terhadap USD, sebaliknya malah melemah? Apakah masih menguntungkan melakukan transaksi dengan sistem margin trading? Misalnya, setelah posisi beli yang diambil tadi ternyata GBP malah turun mejadi USD1.18800 dan setelah ditunggu satu hari (overnight), ternyata GBP tetap saja di posisi itu. Dengan demikian kini aset sisa USD18.800. bagaimana dengan modal kita? Karena aset kita sudah menurun sebesar USD50, maka modal tinggal USD50 (USD100 – USD50). Bila seluruh biaya, fee dan bunga diperhitungkan, maka modal tinggal USD44.44.

Apa yang terjadi dengan keadaan demikian? Bila ingin mempertahankan portofolio (posisi kita), berarti kita harus menyetor modal lagi kepada perusahaan broker atau pialang berjangka, sebab perusahaan broker forex memberikan fasilitas initial margin 1% dari kontrak. Dengan demikan, dengan total nilai kontrak 1 lot (USD10,000), maka modal kita harus USD100 karena modal yang tersisa tinggal USD44.44, maka kita harus menyetor USD55,56 (USD – USD44.444).

Kapan kita harus menyetor tambahan modal tersebut? Tergantung dari peraturan yang ada, dan juga ketentuan masing-masing broker forex. Ada perusahaan yang mengirim tagihan tambhan modal (ini yang dimkasud dengan margin call) setelah modal dibawah 30% dari initial margin. Ada pula perusahaan broker forex yang baru mengirim tagihan tambahan modal setelah modal dibawah 25% dari initial margin.

Namun bila kita tidak bersedia lagi mempertahankan posisi, dengan sendirinya broker forex akan melikuidasi posisi beli tersebut, yaitu menjual GBP milik kita. Kalau ini sampai terjadi, maka kita menderita kerugian USD55.56 untuk investasi dengan margin trading dan USD50 untuk cash trading.

Lalu keputusan apa yang harus diambil? Memang tidak ada yang merencanakan investasi mendapat kerugian, tetapi ila ini terjadi ternyata yang melakukan transaksi dengan cash trading menderita kerugian lebih kecil, yaitu 0.72% dibanding yang melalui transaksi dengan margin trading, yang menderita kerugian 55.56%. jadi, bila kondisi mata uang yang kita beli cenderung melemah, akan lebih aman melakukan transaksi dengan cash trading. Tetapi ini tetap rugi. Jika ingin tetap ingin mendapatkan keuntungan harus melakukan strategi short selling, mengambil posisi jual lebih dulu baru melikuidasinya dengan posisi beli.

Related Posts:

Strategi Margin Trading Forex

Kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana kita menghitung keuntungan dan kerugian dalam transaksi dengan sistem margin trading. Sekarang saatnya kita meningkat ke topik strategi menghadapi transaksi margin trading forex.

Strategi Margin Trading Forex

Dalam kasus posisi GBP menguat menjadi USD 1.8950, apa yang harus dilakukan trader/investor? Melikuidasi? Menahan? Atau adakah keputusan lain? Dalam posisi demikian sebenarnya ada tiga strategi yang bisa diambil, yaitu:
  1. Tidak mengambil keputusan apa-apa (hold/menahan)
  2. Melikuidasi dan mengambil keuntungan bersih USD95,
  3. Melipat gandakan keuntungan dengan menginvestasikan kembali keuntungan yang diterima.
Jika trader mengambil keputusan pertama, berarti dia tidak mengubah portofolio. Keputusan demikian akan menghadapi dua kemungkinan. Pertama, GBP melemah dalam jangka waktu tertentu. Bila ini terjadi, trader bisa bertahan sampai harga mendekati USD 1.8850 kembali. Kedua, melakukan cut loss (memperkecil kerugian) sebelum merugi lebih besar.

Sebenarnya trader masih bisa memetik keuntungan, jika berhasil melikuidasi pada harga tertentu di atas USD 1.8850 (jangan lupa hitung fee, bunga dan pajak). Kemungkinan kedua, kurs GBP terus menguat. Kalau ini yang terjadi, trader bisa melakukan profit taking (memetik keuntungan) selama melakukan hold, dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan sebesar sesuai yang direncanakan.

Bila keputusan kedua yang diambil seorang trader, berarti dia cukup puas dengan keuntungan USD95 (tanpa menginap). Dengan keputusan ini trader menikmati ROE 95%. Keputusan ini cukup menguntungkan bila trader mempunyai cukup informasi bahwa GBP sulit untuk menguat lagi.

Bagaimana kalau trader mengambil keputusan ketiga? Keputusan ini memang bisa memperbesar keuntungan. Namun, sebagaimana kaidah investasi, semakin besar keuntungan semakin besar pula resiko yang harus dihadapi. Pemilihan keputusan menginvestasikan kembali keuntungan ini memang cocok bagi mereka yang, bersikap spekulan, atau risk taker. Strategi menginvestasikan kembali keuntungan memang berpotensi melipatgandakan keuntungan yang didapat. Strategi ini adalah menggunakan keuntungan yang diperoleh, untuk membeli lagi GBP atau mata uang lain.

Pada strategi ini berarti trader akan terus menginvestasikan keuntungannya. Pada saat awalnya, misalnya pasa pukul 10.00 pagi, trader membeli 1 lot (USD10,000) GBP, dengan harga USD 1,8850. Dengan demikian total aset trader adalah USD 18,850 , dengan margin trading 1%, berarti modal yang dibutuhkan USD100. Selanjutnya, pada pukul 13.00, harga GBP naik menjadi USD1,8950. Pada posisi ini trader mengambil strategi menginvestasikan kembali keuntungannya, yaitu USD95 (melikuidasi dengan menjual GBP, kemudian membeli kembali pada harga baru). Unutk memudahkan, hasil perdagangan ini kita sebut saja trade I.

Laba dari trade I inilah yang digunakan untuk membeli GBP, yang sekarang harganya sudah USD 1.8950. Jadi trader menambah kepemilikan GBP sejumlah 1 lot lagi, menjadi 2 lot. Dengan demikian, total aset yang dimiliki trader sekarang adalah USD37.900 (USD20,000 x USD18,950). Berikutnya, misalnya, pada pukul 15.00, kurs GBP meningkat lagi menjadi USD1,9000. Apa yang terjadi jika trader tetap mempertahankan strategi menginvestasikan kembali keuntungannya? Kali ini, dengan naiknya GBP sebesar USD10.005 total aset meningkat menjadi USD38,000. Jika trader melakukan likuidasi pada trader II ini keuntungan yang diterima trader adalah USD100 (USD38,00 – USD37,900). Keuntungan pada trade II diinvestasikan kembali untuk membeli 1 lot GBP dengan harga USD1.9000. Dengan demikian aset trader kini menjadi 3 lot (USD30,000) dengan nilai USD57,000 (USD30,000 x USD 1,9000).

Misalnya, setelah ditunggu sampai penutupan pasar, kurs GBP tidak naik. Tapi trader tetap menahan posisinya, sehingga harus menginap (overnight) dan dikenakan bunga 0.56%. Tapi ada pukul 11.00 hari berikutnya, trader mendapati kurs GBP naik menjadi USD 1.9050. Karena sudah mendapati GBP naik terus-menerus, trader kita berpendapat GBP akan segera melemah, dan menurut hasil analisisnya memang menunjukan demikian. Untuk mengantisipasi kondisi itu, trader melikuidasi posisinya dengan menjual seluruh 3 lot GBP pada tradelll ini memberi keuntungan USD150. Dengan demikian, trader telah melipatgandakan modalnya dari USD100 menjadi USD443.42. Jadi, hanya dengan memulai investasi sebesar USD100, trader bisa menjadikan jumlah uangnya menjadi 3 kali lipat lebih atau 300% lebih hanya dalam waktu 24 jam. Inilah hebatnya, strategi margin trading.

Related Posts:

Prinsip Dasar Analisis Teknikal Forex

Ada empat prinsip yang digunakan sebagai asas dalam melakukan Analisis teknikal, yaitu:

Prinsip Dasar Analisis Teknikal Forex

Market price discount discount everything,
Yang dimaksud dengan market price discount discount everything adalah kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan gejolak dalam bursa valuta asing (trading forex) atau harga mata uang suatu negara secara keseluruhan. Adapun kejadian-kejadian tersebut bisa datang dari faktor ekonomi, politik fundamental, dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat di prediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, bencana alam, dan lain sebagainya. Semuanya itu akan tercermin pada harga pasar.

Price moves in trend, Makna dari  price moves in trend adalah harga mata uang asing akan tetap bergerak dalam satu tren. Harga mulai bergerak ke satu arah, entah harganya turun atau naik. Tren akan terus berlanjut (tren naik atau tren turun) hingga pergerakan harga memperlambat dan memberi peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

Volume confirm the trend,
Berfokus pada pergerakan harga. Volume digunakan sebagai acuan untuk menentukan terjadinya suatu tren, baik tren yang bersifat bullish maupun sebuah tren yang bersifat bearish.

History repeats itself, Analisis teknikal pada Forex juga menggambarkan faktor psikologi para pelaku pasar. Dengan gambaran tersebut, maka pergerakan yang berulang  dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang.

Related Posts:

Struktur baru HTML 5

Seperti layaknya buku, halaman web memiliki struktur seperti navigasi, konten, header, footer dan lain lain.berdasakan hal ini, WHATWG lalu menambahkan beberapa tag baru untuk mendukukng struktur tersebut. Bila pada HTML4 dan XHTML kita harus menggunakan <table> atau <div> untuk membagi struktur, maka pada HTML5 dapat menggunakan tag baru berikut:

Struktur baru HTML 5

<section> - sama fungsinya dengan <div>
<header> - isi konten header disini
<footer> - isi konten footer di sini
<nav> - membuat menu navigasi
<article> - konten artikel (teks, gambar, link)
<aside> - membuat sidebar atau float page
<figure> - meletakkaan gambar dalam artikel

Pada dasarnya, bentuk dasar HTML5 masih sama seperti struktur dasar dokumen HTML pada umumnya:
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<body>
<header> isi bagian header (banner, menu, dan lain-lain)
                <nav> menu navigasi bisa disini </nav>
</header>
<section> <article> Selamat Datang </article> </section>
</body>
</html>
Meski demikian, kita masih bisa menggunakan tag HTML versi terdahulu seperti <div> , <table> , <p> dan lain sebagainya.

Inline Elemen Baru HTML5
Berikut adalah elemen baru yang dapat digunkan oleh HTML5.
<mark> - untuk menandai elemen (teks, gambar)
<time> - informasi waktu dan tanggal
<meter> - konten dengan media ukur (misalnya %)
<progress> - menginformasikan progress
HTML5 tidak hanya mendukung form input standar, ia juga memberikan beberapa tipe input baru seperti datetime, month, week, number, range, email dan url.

Fitur Canggih HTML5
Dari banyaknya hal-hal baru yang ditawarkan HTML5 berikut adalah beberapa yang paling canggih:
  • Canvas Elemen:
Dengan tag <canvas>, area tersebut dapat digunakan untuk menggambar grafik secara dinamis menggunakan javascript. Misalnya seperti shape lingkaran, garis diagonal, hingga grafik 3 dimensi.
  • Video & Audio Elemen:
Sebelum HTML5, menyisipkan video atau audio dalam HTML memerlukan bantuan plugin pihak ketiga seperti Apple Quicktime atau Adobe Flash. Dalam HTML5, cukup gunakan tag <video> untuk menyisipkan file  video, dan <audio> untuk file audio.
  • Geolocation:
Melacak posisi user bukanlah hal baru di internet, misalnya menggunakan IP addres detection. Namun metode ini tidak selalu dapat diandalkan. Dengan HTML5 dan javascript, posisi user dapat dilacak menggunakan informasi dari Wi-Fi dan GPS. Mirip seperti yang digunakan pada Smartphone.
  • Offline Web Application
HTML5 memungkinkan User untuk terus berinteraksi dengan aplikasi web tanpa harus selalu online. Misalnya mengedit dokumen pada google docs atau mengedit foto di situs olah gambar seperti picnic.com

Dan masih banyak fitur baru lainnya seperti kemampuan untuk Drag and Drop, text api, datagrid, Cross document mesaging, SVG elemen dan lainnya.

Related Posts:

Jangan Bilang Program TV Kita Memprihatinkan Sebelum LihatAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, sobat sekalian....

Posted by DagelanDoang on 27 Juli 2015